SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA TINAMPAK I

Artikel

Sejarah Desa Tinampak I

20 Agustus 2026  Administrator  3 Kali Dibaca  Berita Desa

Sejarah Tinampak I

Sejarah Desa Tinampak I, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara dimulai jauh sebelum masa penjajahan Belanda dan Jepang. Dalam perkembangannya, mereka sudah melewati jaman Mengayau (Perang Suku). Masyarakat Hukum Adat Pagun Sikatin Balunin merupakan bagian dari masyarakat Dayak Agabag yang mendiami salah satu bagian wilayah di Sungai Tulid, tepatnya di wilayah Sungai Apan pada masa lalu. Desa Tinampak I terdapat komunitas masyarakat hukum adat yaitu komunitas masyarakat hukum adat pagun sikatin balunin yang pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan masyarakat Dayak Agabag lainya juga adalah masyarakat semi nomaden (sering berpindah) pada masa lalu. Seiring dengan perkembangan waktu, mereka telah melakukan beberapa kali migrasi atau perpindahan beberapa kali. 

Sebelumnya, mereka mendiami kampong di Kampung Gunung Golong. Di sana masyarakat bersama keluarganya membangun dua rumah panjang yang disebut Baloi Abuat. Ukurannya kira-kira 6 x 20 meter. Rumah Panjang tersebut dibangun dengan bahan-bahan yang terdiri dari kayu ulin dan beratapkan daun nipah serta berdinding kulit kayu. Seiring waktu, jumlah Masyarakat Hukum Adat Pagun Sikatin Balunin semakin banyak sehingga kebutuhan makanan juga semakin meningkat. Hal ini menyebabkan masyarakat melakukan migrasi atau perpindahan.

Migrasi pertama dilakukan beberapa orang antara lain Yaki Inal, Kasip, Balik dan Yalus. Mereka menuju arah hilir dari Kampung Gunung Golong ke Muara Sungai Tinudungoi dan Sungai Kamaga, yang masih berada di alur Sungai Apan. Setelah migrasi, ternyata semakin tinggi pula kebutuhan masyarakat terhadap bahan makanan. Sehingga mereka harus bermigrasi ke hilir Sungai Apan kemudian membangun kampung dan di wilayah Lotong Bubulu. Pada perkembangan selanjutnya, karena kondisi yang kurang menguntungkan mereka berpindah dari Kampung Lotong Bubulu menuju wilayah muara Sungai Kinaomo. Sampai saat ini, masih terdapat beberapa peningalan-peninggalan bersejarah sebagai bukti adanya migrasi pada masa lalu dan dapat ditemukan di wilayah tersebut seperti kuburan tua dan bekas kebun. Perkembangan demi perkembangan dilalui secara bersama-sama Masyarakat Hukum Adat Pagun Sikatin Balunin. Mereka kemudian berpindah lagi menuju arah hilir Sungai Apan di wilayah Sungai Nanding.

Selanjutnya melakukan migrasi menuju hilir Sungai Apan, di  muara pertemuan antara Sungai Apan dan Sungai Tampilon, tepatnya Sungai Siangsin. Di sinilah meninggalnya Yaki Inal, leluhur Masyarakat Hukum Adat Pagun Sikatin Balunin. Masyarakat selanjutnya berpindah lagi menuju lebih ke hilir Sungai Apan yang dikenal dengan Kampung Alung Apan. Saat tinggal di Kampung Alung Apan yang merupakan muara pertemuan Sungai Tulid dan Sungai Tampilon, beberapa masyarakat berkebun di sekitar Sungai Kapiasau dan pinggir atau sekitar anak-anak Sungai Apan. Adapun tanaman-tanaman yang masih dapat kita jumpai saat ini adalah pohon durian, pohon pinang dan pohon buah-buahan lain. Setelah masa penjajahan Belanda usai dan memasuki masa penjajahan Jepang, Masyarakat Hukum Adat Pagun Sikatin Balunin melakukan migrasi ke Kampung Tinampak Lama yang berada di simpang Sungai Tulid dengan Sungai Apan.

Pada masa konfrontasi Indonesia dengan Malaysia, Masyarakat Hukum Adat Pagun Sikatin Balunin tinggal di Kampung Tinampak Lama. Separuh dari masyarakat dibawah pimpinan Yadu Bosoi tinggal di Sungai Masalui, Sungai Bosoi dan Sungai Tampilon untuk bersembunyi karena takut. Di sekitar Sungai Bosoi saat ini masih dijumpai kuburan dan bekas-bekas kebun dengan bukti banyak pohon buah-buahan seperti Durian, trap, manga, lai dan jeruk. Terkait sejarah penaman Nama Sungai Bosoi, dimana Yadu Bosoi yang merupakan salah satu leluhur masyarakat di sekitar wilayah Sungai Tampilan, terlahir di sekitar Sungai/Sei tersebut. Yadu Bosoi merupakan istri Yaki Ipai yang merupakan Kepala Kampung atau Pembakal kedua di Desa Tinampak l. Pada hulu Sungai Bosoi terdapat dua air terjun. Pada masa selanjutnya, seiring perkembangan waktu serta bertambahnya penduduk, terjadi suatu kesepakatan bersama antar masyarakat yang tinggal di pemukiman lama untuk berpisah menjadi dua bagian. Sehingga satu kampung yang kemudian hingga kini merupakan Masyarakat Hukum Adat Pagun Sikatin Balunin, dikepalai Nenek Kasip. Penamaan Pagun Sikatin Balunin dipengaruhi Oleh perempuan dan laki-laki yang tinggal di wilayah tersebut yakni rambutnya panjang diikat dan disanggul.

Dalam Bahasa Dayak Agabag kata pagun berarti desa, kata Sikatin berarti rambut diikat dan Balunin berarti rambut disanggul. Secara administrasi, wilayah ini menjadi Desa Tinampak l, Kecamatan Tulin Onsoi. Sedangkan nama Tinampak dipengaruhi Oleh nama sungai yang berada di sekitar Kampung Tinampak Lama (pertemuan Sungai Tulid dengan Sungai Apan). Sedangkan kampung Iainnya dikepalai Nenek Yalus sebagai Kepala Kampung. Secara administrasi wilayah pagun ini menjadi Desa Tinampak Il, Kecamatan Tulin Onsoi.  Masyarakat Hukum Adat Pagun Sikatin Balunin kemudian membuat pemukiman di wilayah yang bersebelahan dengan Desa Salang saat ini. Sedangkan masyarakat Iainnya yang dikepalai Nenenk Yalus dengan Kepala Kampung atau Pembakal pertama Yaki Basinda di tempatkan bersebelahan dengan Desa Tau Baru yang selanjutnya secara administrasi menjadi Desa Tinampak Il. Sesuai dengan program yang dicanangkan Pemerintah Orde Baru, pada 1978 dilakukan relokasi penduduk untuk memudahkan pelayanan dari pemerintah. Sehingga penduduk dari lama dipindahkan ke tepi Sungai Tulid sampai dengan saat ini. Dalam aktivitasnya, perburuan dan pencarian bahan makanan dilakukan Masyarakat Hukum Adat Pagun Sikatin Balunin hingga ke wilayah di perbatasan Republik IndonesiaMalaysia yang kini secara administrasi berada di Desa Samaenre Semaja, Kecamatan Seimanggaris. Wilayah ini juga menjadi wilayah pertempuran atau Sakalayan Tempur (Agayau) Masyarakat Hukum Adat Pagun Sikatin Balunin saat jaman Mengayau atau perang dengan suku Iain, dikarenakan perebutan wilayah buruan dan wilayah tumbuhan untuk ketersediaan bahan makanan.

 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

  Menu Kategori

  Statistik

 Arsip Artikel

20 Agustus 2026 | 2 Kali
Sejarah Desa Tinampak I
20 Agustus 2026 | 2 Kali
Sejarah Desa Tinampak I
20 Agustus 2026 | 2 Kali
Sejarah Desa Tinampak I

 Agenda

Belum ada agenda

  Sinergi Program

 Aparatur Desa

Back Next

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Alamat : tinampak
Desa : Tinampak I
Kecamatan : Tulin Onsoi
Kabupaten : Nunukan
Kodepos :
Telepon :
Email :

  Statistik Pengunjung

  • Hari ini : 10
    Kemarin : 23
    Total Pengunjung : 218
    Sistem Operasi : Unknown Platform
    IP Address : 216.73.216.25
    Browser : Mozilla 5.0